Arief Wismoyono, juara Asia Trail Master 2015, bersama tim Bandung Explorer lainnya telah berangkat ke Lombok untuk mengikuti Rinjani 100. Pada sesi wawancara kali ini, Arief akan menceritakan tentang persiapannya untuk menghadapi race tersebut dan apa saja tantangan yang akan dilalui di race nanti.

Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana kondisi saat ini?

Kondisi saya saat ini sangat fit dan bebas cedera.

Ini merupakan race kedua di Rinjani setelah ditahun sebelumnya menjuarai Mount Rinjani Ultra 52K, apa sih yang membuat trail race di Rinjani begitu spesial?

Hampir keseluruhan terrain di Rinjani berbentuk trail dan juga mempunyai keindahan alam yang luar biasa. Selain itu di Rinjani juga mempunyai beberapa technical terrain dan elevation gain yang cukup menantang. Untuk sampai ke puncak akan membutuhkan tenaga yang besar, karena langkah akan banyak terbuang selama menaklukkan batuan berpasir.

Pada tahun ini sudah berapa race ultra yang telah diikuti?

Pada awal tahun ini, sekitar bulan Januari, saya mengikuti Vibram HK-100 bersama tim Bandung Explorer. Di bulan Maret, saya mengikuti Trans-Lantau 100 bersama tim Go-Trail. Terakhir di bulan Mei mengikuti Ijen Trail 70K, Alhamdulillah bisa juara pertama. Jarak antar race sekitar dua bulan lebih.

Kalau bicara soal target, apa yang ingin dicapai di Rinjani 100?

Kalau course-marking bagus, saya optimis bisa memberi hasil yang maksimal dan saya tidak akan memberikan kemenangan yang mudah untuk peserta lainnya.

Untuk Rinjani 100, persiapan apa yang sudah dilakukan?

Untuk mileage per-minggu mungkin minimal 80 km dengan rata-rata elevasi 2000m. Beruntung saya tinggal di Bandung yang memiliki banyak gunung dan bukit untuk berlatih uphill. Selain itu juga saya sering berlatih hill repeat di Tangga Seribu yang memiliki panjang sekitar 250m dengan gain elevasi sekitar 74-75m.

Beberapa minggu yang lalu setelah lebaran, saya juga berlatih di berbagai gunung yang memiliki terrain dan karakteristik yang mirip dengan Rinjani. Seperti di Gn. Cikuray yang mempunyai kemiripan dengan Plawangan-Senaru. Kemudian di Gn. Guntur yang mempunyai kemiripan terrain seperti puncak Rinjani. Setelah itu juga saya berlatih elevasi di Gn. Burangrang di Bandung dan Gn. Gede dan Pangrango. Dalam seminggu itu total 5 gunung dengan total elevasi lebih dari 5000m.

Menurut Arief, siapa saja yang nantinya akan menjadi lawan tertangguh sepanjang race?

Saya memprediksikan race akan berjalan menarik, karena banyak pelari tangguh yang turut serta. Seperti yang kemarin finish bareng dengan saya di Ijen Trail 70K. Terus ada juga Matheo yang pada beberapa bulan lalu menjuarai ultra race Trans-sumbawa 320K. Teman-teman setim juga mungkin Azis dan Alan bisa membuat kejutan di race kali ini.

Untuk peserta dari mancanegara mungkin Jan Nielsen, yang mana saat di Vibram HK 100 tahun ini dia finish jauh di depan saya dengan waktu 13 jam 25 menit.

Berpindah ke masalah gear, sepatu yang nanti bakal jadi andalan?

Raidlight RL004 saya sudah terbiasa memakainya saat latihan dan sangat nyaman.

Dengar kabar bulan depan akan kembali ke Rinjani, dalam rangka apa sih?

Di bulan Agustus tepatnya tanggal 17 nanti saya akan kembali ke Rinjani untuk menancapkan bendera Indonesia dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Indonesia.

Good luck untuk Arief dan tim Bandung Explorer yang berlaga di Rinjani 100.

*NB. Sesi wawancara ini dilakukan beberapa hari sebelum Arief berangkat ke Rinjani. Pada saat artikel ini ditulis Rinjani Ultra kategori 100K telah berlangsung.