Salah satu yang dikangenin kalau lagi di Belanda itu adalah tanjakan. Soalnya negara ini datar banget, puncak tertingginya aja cuma sekitar 300m dari permukaan laut. Nah, waktu ngaprak ke sebelah timur kota Nijmegen, ke arah perbatasan Jerman, saya nemu sedikit tanjakan ditambah beberapa keunikan jalur lari trail di Belanda.

Karena Nijmegen kota kecil, naik sepeda sekitar 15 menit pun udah sampai di tepi kota.

Ini salah satu jalan masuk ke hutan tempat ngaprak. Kalau di Bandung mah Tahura Juanda mungkin ya. Gelderland itu nama propinsi tempat kota Nijmegen berada.

Tanjakan paling terjal ditemukan di pinggir hutan, puncaknya dikasih pagar dan di sisi lainnya tempat orang berkemah. Di dalam hutan ini sendiri dilarang berkemah.

Satu lagi yang nggak ada di sini: warung! Jadi yang ngaprak harus bawa bekal. Kita bisa duduk-duduk sambil piknik buka bekal makanan. Untuk piknik ini pun disediakan tempatnya, berupa bangku-bangku seperti di taman. Di dalam hutan ini juga nggak ada sampah sama sekali. Tempat sampah pun nggak ada. Sepertinya semua orang yang bawa bekal sampahnya dibawa pulang dan dibuang setelah sampai kembali di kota. Banyak juga saya ketemu orang-orang yang ngaprak; lari maupun hiking. Ada juga yang latihan untuk ikutan 4daagse, kegiatan jalan kaki empat hari berturut-turut yang jadi festival gede di Nijmegen. Saya ketemu dan sempet ngobrol sama seorang opa berumur 78 tahun yang udah berkali-kali ikut 4daagse sejak tahun 1970! Si Opa ini lahir di Indonesia, tapi bahasa Indonesianya udah nggak lancar sekarang.

Tahu kan kalau jalan yang menurun itu di bagian tengahnya sering ada cekungan karena kalau hujan jadi jalur air? Nah, di jalur trail yang menurun (atau mendaki sih, tergantung datang dari arah mana) di hutan ini dipasang talang-talang kayu, supaya air mengalir ke pinggir dan nggak bikin cekungan jalur air di tengah.

Yang bikin ngaprak di sini menyenangkan soalnya kita nggak ketemu sepeda, apalagi motor yang berisik dan bikin polusi. Bukannya nggak ada yang pake sepeda atau motor ke alam bebas di sini, tapi diatur supaya jalurnya beda. Salah satunya dengan memasang pagar penghalang seperti ini, supaya kendaraan nggak bisa lewat dan jalur ini jadi khusus jalur pelari/hiker. Enak ya?

Demikian sedikit cerita pengalaman ngaprak di Belanda. Di mana pun berada di dunia, yuk ngaprak!