Sabtu 23 Juli jam 01:30 WIB dini hari alarm berbunyi… waktunya untuk bangun.

Hari ini saya dan Reza, teman saya, akan hiking ke Gunung Marapi sesuai rencana sejak satu minggu yang lalu.

Sudah agak lama sejak terakhir kali kami hiking ke Gunung Marapi, dan tujuan perjalanan hari ini adalah untuk melihat level fitness kami setelah lama tidak berolahraga berat selama bulan puasa. Tepat jam 02:00 kami berangkat dari rumah menuju pos pendakian di desa Koto Baru di kaki Gunung Marapi. Kami tiba di sana 20 menit kemudian. Start hiking direncanakan jam 03:00, jadi masih ada waktu untuk melakukan persiapan urus simaksi dan cek perlengkapan.

Setelah berdoa memohon perlindungan kepada Yang Kuasa agar diberi kesehatan dan kekuatan selama pendakian, jam 03:00 perjalanan dimulai. Dalam 20 menit kami melewati pesanggarahan yang merupakan pintu masuk hutan di kaki Gunung Marapi. Berjalan dalam kegelapan dan hanya dibantu penerangan headlamp merupakan rasa pengalaman yang selalu berbeda buat saya. Berbagai hal melintas di pikiran tapi fokus merupakan hal utama yang harus selalu diingat.

01-web

Night Walker

Setelah melakukan power walk selama 45 menit kami beristirahat di lapau (warung) kosong terakhir di dalam hutan. Lapau ini hanya ada penjualnya di siang hari akhir pekan. Kami tiba 2 menit lebih awal dari waktu yang direncanakan. Planning perjalanan kami adalah power walk selama 45 menit, recovery 5 menit, istirahat makan snack, minum, repeat. Kami terus berjalan mendaki sambil sesekali memegang akar pohon untuk membantu. Di salah satu tanjakan kami terhenti sesaat karena ada sesuatu di depan kami di jalur pendakian. Awalnya hanya sepasang mata terang yang terlihat, namun setelah diperhatikan dengan lebih baik ternyata… ada seekor burung hantu lucu berukuran kecil bertengger dengan santai di jalan 🙂

02-web

Si Burung Hantu

Tak lama kemudian si burung hantu terbang menjauh dan kami melanjutkan perjalanan. Target perhentian berikutnya adalah pintu angin sebelum Cadas. Kami berencana berhenti di pintu angin agar bisa tiba pas di waktu sunrise di puncak dan tidak terlalu lama berada di ruang terbuka terpapar angin kencang di puncak. Ketika adzan subuh terdengar dari arah kaki gunung pukul 4:55 kami tiba di pintu angin. Sambil beristirahat kami melaksanakan shalat dan berlindung dari angin kencang. City light terlihat jelas dari arah kota Bukittinggi dan kota Padangpanjang. Setelah shalat saya berdiam diri ditemani suara makhluk malam dalam hutan, sesuatu yang memberi ketenangan sendiri bagi saya. Bulan pun terlihat sangat indah dalam kegelapan yang berangsur-angsur menjadi terang.

03-web

Hey moon….:)

Badan saya agak gemetaran karena terlalu lama berdiri diam dengan hanya selapis jaket. Saat langit mulai tampak semakin terang jam 6:00 pagi kami melanjutkan perjalanan dari Cadas menuju Tugu Abel. Estimasi  waktu perjalanan sekitar setengah jam. Tuga Abel ini didirikan untuk memperingati salah seorang pendaki yang berpulang  ke rahmatullah pada tahun 1992 di Puncak Merpati – nama puncak Gunung Marapi.

04-web

Bukittinggi di arah belakang

Matahari telah mulai menerangi bumi, kota Bukittingi dan Padangpanjang mulai terlihat jelas. Cuaca sangat mendukung di pagi ini – cerah tanpa kabut sehingga mata puas memandang ke segala arah. Really refreshing…Semua lelah hampir terlupa terbayar pemandangan. Semangat terpompa lagi di kawasan  Cadas ini, rasanya energi kembali fully charged. Dari arah tugu Abel kami memilih jalur kanan menuju Puncak Merpati yang jaraknya sudah cukup dekat. Tapi perjalanan memakan waktu lama karena kami ingin PB (photo banyak) 😀 😀 😀

05-web

Perjalanan menuju puncak merpati

06-web

Foto dulu sebelum summit… 😀

07-web

Nggak bosen-bosen liat kiri kanan jepret-jepret 😀 Sebelum  puncak kami pun melakukan photo wajib dari berbagai angle. Pokoknya kece dikit cekrek lah. Nggak pernah bosan tiap kali ke sini, padahal entah yang ke berapa kalinya hiking ke Marapi. Duh,… cakepnya susah dijelasin dengan kata-kata. Liat photonya ajah dah ye 😀

08-web

Di puncak mah sinyal jangan ditanya, ada 4G! Mau facetime juga bisa #kaliajaadayangnyaripokemonlegend. Tiba di Puncak Merpati langit cerah, Danau Singkarak terlihat jelas dikelilingi bukit-bukit dan away yang saling melengkapi… ah, entahlah… liat aja sendiri.

09-web

Danau singkarak dilihat dari Puncak Merpati

Jalan dilanjutkan menurun ke arah taman edelweiss melalui jalur berupa kerikil dan pasir. Angin yang berhembus ke arah taman edelweiss sesekali membawa bau belerang yang tajam dari arah kawah.

10-web

Celah di taman edelweis

Di taman edelweiss ini biasanya tersedia air untuk pendaki. Kami duduk beristirahat sambil mengeluarkan bekal timbel nasi Padang. Duh, makan nasi Padang ditemani pemandangan kece dan udara segar itu rasanya… lamak bana. Juara lah, pokoknya.

11-web

Bukan pesan sponsor..:P

12-web 

 Setelah makan kami melanjutkan berjalan santai menjelajahi kawasan puncak Marapi.

13-web

Area taman edelweiss

14-web

Danau singkarak di kejauhan

15-web

Take nothing but picture

 

Tak terasa waktu berlalu dengan menyenangkan sampai waktu menunjukkan jam 10:30. Kami bergerak kembali ke Tugu Abel menuju jalan turun. Dalam perjalanan kembali ke Tugu Abel banyak pendaki ke arah berlawanan menuju taman edelweiss untuk mengambil persediaan air. Satu rombongan pendaki sepertinya telah kehabisan bekal air mereka dan bertanya pada kami. Kebetulan sisa air kami masih banyak. Saling berbagi dan peduli sesama sangat mudah terjadi di pendakian. Air kami sisakan secukupnya untuk perjalanan turun. Jam 11:13 kami berjalan santai di bawah langit yang cerah dari Tugu Abel tanpa berhenti hingga pos pendakian. Ketika tiba kembali ke pos pendakian, gunung tidak lagi terlihat karena penuh tertutup kabut. Alhamdulilah perjalanan telah dimudahkan dan kami bisa kembali turun dengan sehat dan selamat.

See you again soon in the next trip! 

Kali aja ada yang ngaprak di Sumatra Barat, kabari ya. Siapa tahu bisa join 🙂

16-web

Salam ngaprak..#mamprang

 

*Evaluasi fitness level:

  1. Power: OK
  2. Speed: jelek
  3. Endurance: jelek

Kesimpulan: kebanyakan makan rendang selama lebaran. Pe-er lagi balikin fitness levelnya >.<

**Keterangan tambahan untuk Gunung Marapi:

  1. Simaksi: Rp 10 ribu per orang
  2. Parkir mobil: Rp 30 ribu
  3. Parkir motor: Rp 10 ribu